Allah Ta’ala berfirman :

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al Quran, Surah At Taubah ayat 18)

Pendirian Masjid merupakan tindakan terpenting dalam proses pembangunan masyarakat Islam. Sebab masyarakat yang kuat harus berpegang pada aturan, aqidah dan prinsip-prinsip moral Islam, yang kesemua itu berhulu pada potensi spiritual masjid. Salah satu elemen terpenting dalam sistem masyarakat Islam adalah terwujudnya hubungan persaudaraan antar umat Islam yang didasarkan pada cinta kasih dan ketulusan. Tetapi, perlu disadari bahwa hubungan seperti itu hanya dapat dibangun di dalam masjid.

Betapa tidak ? Jika ummat Islam tidak pernah berjumpa satu sama lain di dalam rumah Allah, tentu semua perbedaan kedudukan, kekayaan dan status sosial akan menghalangi terjalinnya hubungan persaudaraan yang tulus di antara mereka.

Elemen penting lain yang harus ada di dalam sistem masyarakat Islam adalah menyebarnya semangat kesetaraan dan keadilan di dalam tubuh umat Islam itu sendiri, walaupun mereka berasal dari strata sosial yang berbeda-beda. Semangat ini akan hadir jika kita kontiniu beribadah dan bersilaturrahmi di dalam masjid. Jika setiap muslim beribadah kepada Allah di rumah masing-masing tanpa pernah mengecap indahnya kebersamaan, maka keadilan dan kesetaraan yang mereka impikan pasti akan sulit terwujud, karena terhalang oleh sifat egois dan saling merasa paling unggul.

Elemen lain yang harus ada dalam sistem masyarakat Islam adalah meluruhnya seluruh ummat Islam dalam kesatuan pandangan yang dihubungkan oleh “Tali Allah”, yang menjadi aturan dan syariat bagi mereka semua. Namun jika ditengah masyarakat Islam itu sendiri tidak ada satupun masjid yang dapat menjadi tempat bertemunya umat Islam untuk mempelajari hukum-hukum Allah swt dan syariat yang Dia tetapkan, maka tentulah kesatuan mereka akan segera hancur berkeping-keping. Tiap-tiap kelompok akan disibukkan oleh ambisi mereka masing-masing.

Masyarakat kita saat ini sedang sangat rentan dengan isu-isu yang menimbulkan perpecahan. Baik dikarenakan perbedaan tingkat kesejahteraan ataupun perbedaan pandangan politik. Terutama di tengah masa pemilihan umum seperti ini. Dominansi kepentingan kelompok di atas kepentingan bersama menjadi sangat terasa.

Maka seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw setelah berhijrah ke Madinah, solusi carut-marutnya bangsa ini bisa kita mulai dengan kembali menghidupkan dan menguatkan kembali fungsi masjid sebagai sentra titik tola aktivitas. Mendorong masyarakat untuk kembali bersemangat, setidaknya mulai meramaikan kembali shaf di Masjid dan memperbanyak kajian-kajian keislaman. Terutama dalam bulan mulia ini (Sya’ban dan Ramadhan).

Hubungi Kami