Manusia tidak luput dari khilaf,dan dosa.

setiap hari dosa kita makin bertambah dan terus bertambah sadar atau tidak sadar,tahu atau tidak tahu malaikat atid dengan senantiasa mencatat segala perbuatan buruk yang kita kerjakan

Dosa (al-itsm) adalah perbuatan yang melanggar hukum Tuhan atau larangan agama. Manusia disebut oleh Allah sebagai makhluk yang selalu ingkar (kaffar) dan berbuat dosa (atsiim). Buktinya, saat ini, orang yang menikmati perbuatan dosanya semakin banyak.

Sedangkan dosa besar adalah  segala perbuatan yang pelakunya diancam dengan api neraka,di laknat atau murka Allah di akhirat atau mendapatkan hukuman  di dunia. Sebagian ulama menambahkan dosa besar adalah perbuatan yang nabi anggap tak ada iman dari diri pelakunya.

adapun dosa yang paling besar menurut nabi Muhammad saw adalah

  • Menyekutukan Allah

Syirik adalah mempersekutukan Allah dengan selain-Nya yang merupakan dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT.

Syirik dikategorikan sebagai dosa paling besar yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

Artinya   :    “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”

(QS. An-Nisa: 48)

saking besarnya dosa akibat dari syirik,amal sebesar dan sebaik apapun taakan mampu menghapus dosa syirik

bahkan mungkin kita tak sadar bahwa kita melakukan syirik seperti : percaya akan jimat,tahayul,dll

 

  • Durhaka terhadap orang tua

Setiap anak harus selalu ingat bahwa pengorbanan kedua orang tuanya sangatlah besar, balikan tidak mungkin dapat dibalas dengan harta sebesar apapun. Alangkah kejam dan tidak berakalnya orang yang berani menyakiti hati kedua orang tuanya sendiri.

Tidak heran jika Allah SWT, memberikan keistimewaan kepada setiap orang tua, terutama seorang ibu yang disakiti oleh anak sendiri dengan demikian mengabulkan doanya. Dengan demikian, jika orang tuanya mendoakan agar anaknya celaka, sang anak dipastikan akan celaka. Hal itu dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi:

Artinya :

“Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang teraniaya, doa orang bepergian, dan doa kedua orang tua kepada anak-nya.”

(HR. Tirmidzi)

 

  • Membunuh Jiwa Manusia

Maksud membunuh dalam pembahasan ini adalah membunuh jiwa yang diharamkan tanpa hak dengan sengaja (Q.S. 25: 68 -70). Orang yang berbuat seperti itu akan dimasukkan ke neraka jahanam dan kekal didalamnya. Sebagaimana firman Allah:

Artinya :

“Dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS. An-Nisa: 93)

Sebagaimana halnya perbuatan musyrik, membunuh orang mukmin dengan sengaja juga termasuk dosa yang kemungkinan besar tidak akan mendapat ampunan-Nya.  Rasulullah SAW. Bersabda:

Artinya :

“Semua dosa itu masih dapat diampuni oleh Allah, kecuali dosa orang yang mati kafir atau orang yang membunuh orang mukmin dengan sengaja.”

(H.R. Nasai dan Hakim)

 

  •    Kesaksian Palsu

Maksud dari kesaksian palsu adalah orang yang berdusta ketika diminta oleh hakim untuk menerangkan suatu keadaan yang ia ketahui sehubungan dengan pengadilan terhadap seseorang. Kesaksian dalam suatu pengadilan sangat penting karena sangat membantu hakim dalam memutuskan perkara sehingga keputusannya adil dan hak-hak orang lain tidak terampas atau teraniaya. Dengan demikian, orang yang bersaksi palsu sesungguhnya telah merusak hak orang lain untuk mendapat keadilan. Orang yang bersaksi palsu diancam dengan siksaan pedih. Oleh karena itu, diharuskan untuk menjauhinya, sebagaimana firman-Nya:

Artinya

“Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.”

(QS. Al-Hajj: 30)

Comments